Beranda Berita Kejari OKUT Adakan Rakor Tim Pakem

Kejari OKUT Adakan Rakor Tim Pakem

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten OKU Timur. Rakor yang dilaksanakan di Aula Kejari OKU Timur dihadiri oleh Korwil I BIN OKU Raya Dedy S, KabanKesabangpol Kab.OKUT Sapala Hamdani, Kanit Sospol Polres OKUT Eddy TJ, Dan Unit Intel Kodim 0403/OKU Dwi Prasetyo, Bimas Islam Kemenag OKUT/ Bimas Krsten/ Bimas Katolik, Bimas Hindu/Budha, Kabag Hukum Setda OKUT, Kabid Pendidikan Disdik OKUT, Satpol PP dan Damkar, Ketua FKUB, Ketua MUI, NU, Muhamadyah, Muslimat, MBI OKUT, PHDI OKUT, Peradah, FDR, PGI/LPPD, Yayasan Kunci Kebaikan, DPD LDII OKUT, Rabu (11/12/2019).

Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardhanie, SH. MHum melalui Kasi Intel Kejari OKU Timur, Yul Khaidir F, SH mengatakan, rakor Tim Pakem ini sebagai wadah silaturahmi lintas lembaga/intansi, ormas, organisasi keagamaan. Rakor ini mengusung tema “Pengguatan lembaga dan organisasi keagamaan untuk mencegah tindakan radikalisme dan Intoleransi di Kabupaten OKU Timur.

“Rapat ini membahas isu kegamaan dan radikalisme, antara lain; bentrok masa NU Surakarta dgn kelompok Ikhwan Laskar DSKS terkait aksi bela Nabi yang dilatarbelakangi ceramah Gus Muwafiq. Serta demo FPI dan Kelompok Melayu Pontianak yang menuntut Polri menuntaskan kasus penistaan agama, keberadaan Sekte Saksi Yehuwa yang bukan merupakan ajaran Kristen,” katanya.

Lanjut kata dia, hasil kesimpulan dari rapat tersebut diantaranya antisipasi terhadap potensi konflik yang sama maupun yang serupa terkait aksi bela Nabi, bela Agama maupun Kepercayaan Agama atau kelompok tertentu. Memonitoring terhadap kemungkinan aksi-aksi tersebut di Kabupaten OKU Timur. Perlu dilakukan pertemuan terhadap tokoh agama, adat, masyarakat dan mengandeng FKUB untuk mediasi apabila terjadi konflik antar agama atau kelompok.

“Tokoh agama agar tidak perlu menjelek-jelekkan agama apapun untuk mencegah reaksi yang mengarah kepada konflik. Apabila ada perbedaan cara beribadah di suatu kelompok, agar tidak main hakim sendiri dan melaporkan kepada yang berwajib. Apabila ada konflik agar tokoh masy dan tokoh agamanya menenangkan umat atau masyarakat dan segera melaporkan kejadian tersebut,” pungkasnya.

Rakor Tim Pakem

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten OKU Timur. Rakor yang dilaksanakan di Aula Kejari OKU Timur dihadiri oleh Korwil I BIN OKU Raya Dedy S, KabanKesabangpol Kab.OKUT Sapala Hamdani, Kanit Sospol Polres OKUT Eddy TJ, Dan Unit Intel Kodim 0403/OKU Dwi Prasetyo, Bimas Islam Kemenag OKUT/ Bimas Krsten/ Bimas Katolik, Bimas Hindu/Budha, Kabag Hukum Setda OKUT, Kabid Pendidikan Disdik OKUT, Satpol PP dan Damkar, Ketua FKUB, Ketua MUI, NU, Muhamadyah, Muslimat, MBI OKUT, PHDI OKUT, Peradah, FDR, PGI/LPPD, Yayasan Kunci Kebaikan, DPD LDII OKUT, Rabu (11/12/2019).

Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardhanie, SH. MHum melalui Kasi Intel Kejari OKU Timur, Yul Khaidir F, SH mengatakan, rakor Tim Pakem ini sebagai wadah silaturahmi lintas lembaga/intansi, ormas, organisasi keagamaan. Rakor ini mengusung tema “Pengguatan lembaga dan organisasi keagamaan untuk mencegah tindakan radikalisme dan Intoleransi di Kabupaten OKU Timur.

“Rapat ini membahas isu kegamaan dan radikalisme, antara lain; bentrok masa NU Surakarta dgn kelompok Ikhwan Laskar DSKS terkait aksi bela Nabi yang dilatarbelakangi ceramah Gus Muwafiq. Serta demo FPI dan Kelompok Melayu Pontianak yang menuntut Polri menuntaskan kasus penistaan agama, keberadaan Sekte Saksi Yehuwa yang bukan merupakan ajaran Kristen,” katanya.

Lanjut kata dia, hasil kesimpulan dari rapat tersebut diantaranya antisipasi terhadap potensi konflik yang sama maupun yang serupa terkait aksi bela Nabi, bela Agama maupun Kepercayaan Agama atau kelompok tertentu. Memonitoring terhadap kemungkinan aksi-aksi tersebut di Kabupaten OKU Timur. Perlu dilakukan pertemuan terhadap tokoh agama, adat, masyarakat dan mengandeng FKUB untuk mediasi apabila terjadi konflik antar agama atau kelompok.

“Tokoh agama agar tidak perlu menjelek-jelekkan agama apapun untuk mencegah reaksi yang mengarah kepada konflik. Apabila ada perbedaan cara beribadah di suatu kelompok, agar tidak main hakim sendiri dan melaporkan kepada yang berwajib. Apabila ada konflik agar tokoh masy dan tokoh agamanya menenangkan umat atau masyarakat dan segera melaporkan kejadian tersebut,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.