Beranda ADVERTORIAL Siap Ekspor Beras, Ekspor Sapi dan Ekspor Patin

Siap Ekspor Beras, Ekspor Sapi dan Ekspor Patin

BAGIKAN

Kiprah 16 Tahun Kabupaten OKU Timur

Di usianya yang genap 16 tahun pada 17 Januari 2020 ini, Kabupaten OKU Timur terus mengalami kemajuan. Selain sektor pertanian yang menjadi komoditas utama kabupaten berjuluk Lumbung Pangan ini, sektor lain seperti Peternakan, Infrastruktur, Perikanan Kesehatan, sampai Pendidikan terus menjadi prioritas demi mewujudkan OKU Timur MADANI (Maju, Aman, Damai, Nyaman dan Inovatif).

Disamping itu Pemerintah Kabupaten OKU Timur juga berkomitmen meningkatkan perekonomian masyarakat yang diwujudkan dengan membangkitkan potensi yang ada di masing-masing desa. Banyak produk unggulan dan produk pertanian OKU Timur yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Potensi inilah yang ditampilkan dalam bazar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang diselenggarakan di tiga zona dalam rangka HUT OKU Timur ke 16 tahun.

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi mengatakan, selain infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, dan UKM juga menjadi prioritas tersendiri. Sebagai daerah dengan karakteristik pertanian dan daerah penghasil pangan, tentunya OKU Timur tidak hanya siap mewujudkan Kedaulatan Pangan,  melainkan siap ekspor beras, ekspor daging dan ekspor ikan patin.

Dengan jumlah produksi padi tahun 2019 mencapai 1.095.501 ton, dengan luas tanam 177.532.00 hektar, saat ini Kabupaten OKU Timur sudah mengembangkan padi organik dimana hasil beras organik telah menembus pasar nasional, ini merupakan sebuah prestasi luar biasa bagi OKU Timur.

“Setelah produksi padi OKU Timur diatas 1 juta ton GKG, maka sejak 16 agustus 2016 OKU Timur mulai mengembangkan beras organik yang saat ini pemasarannya selain ke pulau Jawa juga mampu menembus pasar internasional yaitu ke Singapura. Beras organik OKU Timur telah Lembaga Sertifikasi Organik, sehingga tidak di ragukan lagi bahwa Kabupaten OKU Timur tersedia beras organik. Melihat melimpahnya produksi beras, OKU Timur siap melakukan ekspor beras,” ujar Kholid.

Selain beras, sektor pertanian lain yang saat ini mulai dikembangkan adalah tanaman bawang merah. Setelah melakukan uji coba, hasilnya OKU Timur juga cocok untuk menanam bawang merah. Melalui inovasi dan terobosan yang dilakukan, produksi bawang merah OKU Timur mampu mengalahkan Brebes yang memang terkenal sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar.

“Setiap hektarnya petani kita mampu panen bawang merah hingga 16 ton, sementara di Brebes hanya menghasilkan 10 ton per hektar, bahkan kalau lagi trek di Brebes hanya mampu menghasilkan 8 ton bawang per hektar. Coba kalau kita hitung harga bawang Rp 20.000 saja per kilogram dikali 16.000 kg maka dalam satu hektar petani mampu menghasilkan Rp 320 juta per hektar. Sementara modal yang dikeluarkan per hektar hanya Rp 80 juta dengan usia tanam antara 60 sampau 70 hari. Artinya hanya dalam waktu dua bulan lebih, petani mampu mendapatkan hasil Rp 240 juta per hektar setelah dipotong modal,” jelas Kholid.

Kemudian di sektor peternakan, OKU Timur menerapkan sistem peternakan modern dimana 1 orang bisa memelihara sampai dengan 30 ekor sapi. Populasi sapi OKU Timur yang saat ini mencapai 70 ribu ekor mampu mensuplai kebutuhan daging tidak hanya di Sumatera Selatan melainkan juga provinsi tetangga seperti Jambi dan Bengkulu.

“Bahkan OKU Timur sendiri siap memenuhi tantangan Menteri Pertanian untuk memenuhi kebutuhan ekspor daging ke luar negeri, jumlah sapi di OKU Timur mencapai 70 ribu ekor, di tahun 2019 kemarin OKU Timur telah melakukan inseminasi buatan, dengan inseminasi buatan ini diharapkan jumlah populasi ternak sapi bisa bertambah hingga 12 ribu ekor lagi,” ucap Kholid.

Selanjutnya untuk perikanan, Kabupaten Berjuluk Lumbung Pangan ini telah menjalin kerjasama dengan perusahaan luar negeri untuk membuat fillet patin sebanyak 60-80 ton per bulan untuk dipasarkan ke negara ASEAN dan Jepang. “Untuk potensi, bahan baku ikan patin kita sudah ada. OKU Timur memiliki potensi patin dengan luas 640 hektar. Selama ini 80 persen produksi patin kita dikirim ke pabrik pilet di Lampung, namun  sekarang kita siap ekspor patin dan fillet ke berbagai negara,” ungkapnya.

Terakhir, untuk mendukung hasik produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, Pemkab OKU Timur telah melakukan pembangunan infrastruktur dengan total dana pembangunan pada tahun 2019 mencapai Rp 1 triliun lebih. Total perbaikan jalan kabupaten yang telah dilakukan mencapai 542,042 kilometer. Sisanya jalan yang belum diperbaiki akan dituntaskan di tahun 2020 ini. (adv).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.