Beranda ADVERTORIAL Bupati Paparan di depan Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia

Bupati Paparan di depan Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia

BAGIKAN

Produk Siap Ekspor, Ratusan Pengusaha Serbu OKUT

Kebijakan Kementrian Perdagangan yang menjadikan Sumatera Selatan sebagai gerbang ekspor komoditas pertanian dan peternakan langsung disambut Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi. Langkah awal, Bupati langsung memperkenalkan produk pertanian dan peternakan OKU Timur di hadapan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan ratusan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (Apedi) di Gedung Smesco Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Dalam paparan yang juga dihadiri Bupati/Walikota dan Gubernur se Indonesia tersebut, bupati menyampaikan berbagai produk unggulan OKU Timur yang memiliki potensi ekspor, diantaranya beras organik, peternakan sapi, ikan patin dan produk hortikultura lainnya.

Kholid menjadi salah satu pemateri pada acara yang bertajuk merajut desa membangun Indonesia tersebut, karena keberhasilannya mengembangkan ekonomi masyarakat serta menonjolkan produk unggulan daerah dibidang pertanian, perikanan dan peternakan. Dalam sambutannya kholid mengatakan saat ini produk OKU Timur siap bersaing di level nasional bahkan siap menyambut program Menteri yang mencanangkan Provinsi Sumatera Selatan menjadi gerbang ekspor pertanian dan peternakan.

“OKU Timur melalui produk unggulannya seperti jambu kristal, ikan patin, beras organik, dan daging sapi akan terus mempersiapkan diri agar mampu bersaing menjadi eksportir. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan terus memperbaiki kualitas produk, pengemasan, hingga branding produk serta menjaga ketersediaan stok untuk mampu menggaet pengusaha yang ingin bermitra demi menyukseskan program ekspor tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, OKU Timur tidak hanya memproduksi untuk memenuhi kebutuhan nasional, tapi harus berorienstasi ekspor. Seperti Buah jangan lagi mengimpor, tapi bagaimana kita bisa mengekspor. “Terbukti jambu kristal OKU Timur yang sudah dieskpor ke Singapura dan berbagai pasar modern di Indonesia. Lalu beras jangan hanya swasembada, tapi harus jualan ke luar negeri. Kabupaten saya (OKU Timur) telah mengeskpor beras organik,” ucap Kholid dihadapan peserta.

Diketahui, produksi beras OKU Timur mencapai 1.095.501 ton, dengan luas tanam 177.532.00 hektar, bahkan Kabupaten OKU Timur sudah mengembangkan padi organik dimana hasilnya beras organik telah menembus pasar nasional dan internasional. “Selain beras organik, beras konvensional kita juga telah tembus penjualannya di supermarket ternama se Indonesia dengan brand beras Larisst,” jelasnya.

Hasil pertanian OKU Timur sendiri tidak hanya fokus pada padi saja atau tanaman pangan, dalam pengembangan pertanian OKU Timur sukses mengembangkan tanaman bawang merah yang merupakan salah satu inovasi OKU Timur di bidang pertanian, selama ini bawang merah hanya di produksi oleh Kabupaten Berebes, ternyata Kabupaten Berebes hanya mampu memenuhi kebutuhan bawang merah nasional sebanyak 30 persen.

“Disinilah OKU Timur mengambil peran dimana OKU Timur telah menanam bawang seluas lebih dari 100 hektar dengan produksi per hektar mencapai 11 hingga 16 ton lebih, dengan produksi ini di harapkan Bawang Merah OKU Timur mampu mensuplay kebutuhan pasar Sumatera Bagian Selatan,” ucapnya yakin.

Kemudian bidang perikanan yang tidak terlepas dengan hasil pertanian, OKU Timur sukses memproduksi ikan air tawar terutama ikan patin sebanyak 96 ribu ton per tahun, bahkan  hasil produksi ikan patin OKU Timur dijual dan kirim ke beberapa Kabupaten di luar pulau Sumatera dalam bentuk bahan fillet.(adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.