Beranda Berita Tiga Wartawan Asal Sumsel Dapat Penghargaan PCNO

Tiga Wartawan Asal Sumsel Dapat Penghargaan PCNO

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Tiga wartawan dari Sumsel menerima penghargaan Press Card Number One (PCNO). Adapun ketiga jurnalis tersebut yakni Kurnati Abdullah, Oktaf Riady dan H Firdaus Komar. PCNO diserahkan langsung oleh Ketua PWI pusat Atal S Depari bersama 16 wartawan se-Indonesia pada acara puncak HPN 2020 di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/2/2020).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan H Firdaus Komar mengatakan, momentum HPN 2020 selain menerima PCNO juga me-launching buku baru yang tekait isu aktual saat ini.

Buku dengan judul ‘Wartawan di tengah Perubahan Flatform Arus Informasi’  diterbitkan khusus pada momen HPN 2020 bersama dengan buku buku lainnnya se Indonesia.

Bagi Firdaus ini buku ketiga diterbitkan PWI Pusat sebelumnya tahun 2013 judul Implementasi Kemerdekaan pers antara Ancaman dan tantangan kemudian tahun 2014 juga menerbitkan buku dengan judul Piagam Palembang.

Komitmen Firdaus Komar terhadap organisasi PWI tidak diragukan lagi. Sejak menjadi wartawan di harian Sriwijaya Post 1994, Firdaus sudah berproses dan masuk bergabung di organisasi PWI Sumsel.

Meski pun banyak organisasi wartawan yang menawarkan jadi pengurus, terutama saat-saat reformasi, Firdaus tetap komitmen bergabung dengan PWI.

Keaktifan Firdaus, putra asli Sumsel, kelahiran Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas, 8 Januari 1971 di PWI, pada tahun 1999 dipercaya memimpin  Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), PWI Sumsel.

Saat di SIWO PWI Sumsel dipimpin Firdaus, berhasil menggelar Rakernas SIWO yaitu pertemuan pengurus SIWO se Indonesia yang saat itu ketua SIWO PWI Pusat Bang Atal S Depari.

Jalinan kerja sama dengan Bang Atal itu juga yang akhirnya membuat Firdaus bergabung satu manajemen membidani kelahiran koran lokal Berita Pagi di Palembang.

Proses bergabung dengan Berita Pagi adalah proses panjang, setelah  11 tahun bergabung di Sriwijaya Post.

Terakhir karir di Sripo dipercaya grup KKG (Kelompok Kompas Gramedia ), menjadi salah seorang supervisor berdirinya Tribun Batam yaitu pada tahun 2005.

Setelah Tribun Batam running, Firdaus kembali ke Palembang. Setelah pulang dari Batam, Firdaus membantu Bang Atal untuk menerbitkan Berita Pagi di Palembang.

Proses komunikasi dengan Bang Atal juga, akhirnya Firdaus memutuskan bergabung dengan Berita Pagi dan otomatis resign dari Sripo.

Selama menjadi wartawan di Sripo, prestasi jurnalistik pernah menjadi juara jurnalistik yang digelar Telkom, Telkomsel, pernah juga juara menulis di LKBN Antara, juara karya tulis jurnalistik di LG, Provider XL.

Dari banyak juara lomba karya jurnalistik, perjalanan karir Firdaus juga telah menulis karya buku.

Beberapa buku ditulis gabungan dengan wartawan lain yang digagas oleh Maspriel Aries. Selain itu dua buku yang karya sendiri yaitu judulnya Kemerdekaan pers Antara Jaminan dan Ancaman tahun 2013.

Kemudian satu lagi buku yang merupakan monumental yaitu Piagam Palembang tahun 2014. Mengapa buku Piagam Palembang ini jadi monumental dan dicetak secara nasional serta dibagi saat Hari Pers Nasional, karena Piagam Piagam Palembang awal dari komitmen perusahaan media yang telah menandatanganinya.

Saat itu, Piagam Palembang ditandatangani saat Hari Pers Nasional di Palembang tahun 2010. Secara berbarengan dengan  HPN Palembang juga tuan rumah Porwanas.

Luar biasa lagi, Firdaus Komar dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana saat itu. Piagam Palembang yang ditandatangani di depan Presiden SBY, adalah momen sejarah yang saat ini menjadi komitmen Dewan Pers dalam membangun pers di Indonesia .

Karena inti Piagam Palembang yaitu komitmen melaksanakan kode etik jurnalistik, komitmen meningkatkan kompetensi wartawan Indonesia, komitmen standar perusahaan pers, dan komitmen perlindungan profesi wartawan.

Menurut Firdaus komitmen kompetensi wartawan itu, yang saat ini gencar dilaksanakan uji kompetensi wartawan (UKW) dan verifikasi standar perusahaan pers yang dilakukan Dewan Pers.

“Alhamdulilah saya lulus yang pertama saat assessment untuk menjadi penguji UKW yang digelar PWI pusat ,” ujar Firdaus sambil berpromosi.

Sejak 2017, Firdaus salah seorang yang lulus tahap pertama saat dilakukan assessment untuk menjadi penguji UKW.

Komitmen membantu di kepengurusan PWI Sumsel, setelah menjadi Ketua SIWO Firdaus dipercaya sebagai Wakil Sekretaris, dan dua periode menjadi sekretaris. Komitmen untuk bergabung dengan PWI tidak pernah surut, dalam kondisi bagaimana pun.

Ditanya soal pendidikan, Firdaus lulus Strata 1 dari pendidikan Ilmu Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 1994 lulus, melanjutkan Strata 2 juga di Unsri di FISIP jurusan magister administrasi publik tamat tahun 2012.

Selama di kampus selain aktif di Himpunan Mahasiswa Islam yang sampai memimpin Badko HMI Sumbagsel, Firdaus pernah menjadi ketua Senat Mahasiswa FKIP Unsri dan Ketua SMPT Unsri.

Wajar saja jika di saat mana pun Firdaus memiliki komitmen di organisasi. Karena keaktifannya di jurnalistik tidak mengurungkannya aktif di berbagai organisasi di ICMI Sumsel, KAHMI Sumsel, Dewan Pendidikan, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

Di jajaran alumni Unsri Firdaus dipercaya bidang organisasi  di kepengurusan PN IKA Unsri periode 2018-sekarang.

Sedangkan di bidang komunitas jurnalis, Firdaus aktif di Forum Jurnalis Migas, dan Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK). Satu lagi komitmen Firdaus di jurnalistik, dia membentuk Forum Kajian Jurnalisme (FKJ) Sumsel.

Melalui Forum inilah, Firdaus melakukan kerja sama dengan IMA World Health tahun 2017, dengan program pencegahan stanting serta UNICEF dengan program kampanye imunisasi campak rubella 2018.

Melalui forum yang juga Firdaus sebagai Direktur ini, sudah melakukan kerja sama FGD dengan KPU Sumsel dan Ibu Frieda Amran melakukan diskusi dan bedah buku.

Satu Tahun Pimpin PWI Sumsel Fokus Konsolidasi dan meningkatkan kualitas wartawan. Banyak melakukan kerja sama dengan pihak pemangku kepentingan.

Menurut Firdaus, PWI saat ini sudah berani mengatakan bagus, terbukti selalu menerima penghargaan dari PWI Pusat.

Program yang sudah bagus tersebut, layak untuk dilanjutkan  terutama secara kontinyu telah melakukan UKW, bahkan beberapa kali UKW digelar gratis dengan melalui sponsor.

”Hal inilah yang perlu ditingkatkan dan pihak ketiga juga sudah komitmen akan ada beberapa kali UKW gratis bagi peserta karena disupport dari sponsor,” ujar Firdaus.

Selama 2019 sebanyak delapan kali menggelar UKW. Di Kabupaten PALI, PWI Kabupaten Lahat, SKK Migas, PTBA, dan Pemkot Palembang.

Suami dari Doktor Anisatul Mardiah, saat ini dikarunia lima anak. Anak pertama kuliah di Farmasi Unsri, anak kedua di Jurusan Aktuaria FMIPA Universitas Padjajaran Bandung.

Masih soal program, masih di bidang pendidikan, Firdaus akan mengadakan secara reguler membuat klinik berupa coaching clinic wartawan yang khusus membantu pencapaian tingkat kompetensi wartawan.

“Jadi wartawan yang mau ikut coaching klinik dan PWI akan  menyiapkan instruktur yang kompeten,” katanya. (*).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.