Beranda Berita Rancangan Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Rancangan Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Setiap pembangunan yang sudah di rancang agar mencapai target pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD guna mengingatkan kepada sejumlah Camat yang hadir dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan yang dipusatkan di Kantor Camat BP Peliung, Senin (24/02/2020).

“Pembangunan juga harus disesuaikan dengan ril agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam membangun harus dirancang dengan efektif. Perencanaan menggunakan konsep bottom op pline,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika infrastruktur sudah bagus, tahapan rancangan pembangunan berikutnya berfokus pada perbaikan peningkatan ekonomi masyarakat. Dalam peningkatan ekonomi masyarakat tentu harus merancang produk barang yang bisa dihasilkan nilai ekonomi.

“Dalam merancang pembangunan juga harus memiliki rancangan nilai ekonomi, Kita harus ada produk barang yang dapat dijual bernilai ekonomi harus ada produk unggulan daerah yang bisa dijual,” katanya.

Kholid mencontohkan, saat ini saja Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah membuat sejumlah produk unggulan yang sudah bernilai ekonomi di pasaran, seperti jambu kristal, beras organik, produk ikan patin, ensiminasi indukan sapi. “Sekarang kita sedang uji coba tanam cabi merah, bawang merah. Upaya ini untuk mengajak masyarakat dapat berinopasi agar ada perbaikan peningkatan perekonomian,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang OKU Timur Ir. Yos Sugiyono dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan pembangunan tahun 2019 telah menuai hasil yang menggembirakan. Pasalnya, pada tahun 2019 tingkat kemiskinan kabupaten OKU Timur 10,43 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni sebesar 10,57 persen. Dari tingkat pertumbuhan ekonomi terjadi peningkatan yang signifikan di tahun 2019 mencapai 5,89 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya di angka 3,19 persen.

“Tentunya hal ini menunjukkan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan. Kita berharap program atau kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 akan dapat menurunkan tingkat kemiskinan menjadi satu digit, mengurangi angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, meningkatkan kualitas infrastruktur serta Sumber Daya Manusia, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.