Beranda Berita Cegah DBD Dengan PHBS dan 3M Plus

Cegah DBD Dengan PHBS dan 3M Plus

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR – Di tengah wabah virus corona atau COVID-19 masyarakat OKU Timur juga  harus melawan ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD). Terlebih memasuki musim penghujan, yang identik dengan serangan penyakit Demam Berdarah. Tercatat dari awal Januari sampai Februari sudah ada 65 kasus DBD yang tersebar di wilayah OKU Timur. 

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Martapura juga terus melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap pasien DBD. Sejauh ini dari 65 pasien DBD semuanya sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia. 

Direktur RSUD Martapura Dr Dedy Damhudy melalui Kepala Humas RSUD Martapura Carunia Anggraini, SSt, MH.kes mengatakan, sejauh ini pihak sudah melakukan perawatan terhadap pasien DBD sebanyak 39 orang telah dirawat di RSUD Martapura dari bulan Januari sampai awal Maret ini.

“Untuk yang sampai hari ini ada 39 pasien DBD yang telah dirawat di RSUD Martapura. Alhamdulilah dari jumlah tersebut semua pulih dan sehat kembali,” katanya, Kamis (12/3/2020).

Selain itu, biasanya DBD ini mudah menyebar di daerah lembab dan basah. Maka guna mencegah peningkatan DBD, dirinya mengimbau masyarakat agar menerapkan pola Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M Plus. Diantaranya Menguras bak penampungan air, Mengubur barang-barang bekas, serta Mendaur ulang bahan-bahan yang bisa dipakai lagi. “Terakhir untuk plusnya itu dihimbau menggunakan obat nyamuk, seperti semprotan, kelambu, dan sebagainya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur Zainal Abidin melalui Kasi Penyakit Menular Indriyani SKM mengatakan,  memang bulan Januari ada 31 Kasus DBD dan Februari 34 kasus dan untuk bulan Maret dirinya belum memperoleh data Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit. Dirinya juga menjelaskan foging dilakukan jika di daerah tersebut sudah ada korban yang terserang penyakitr demam berdarah.

“Namun kita sudah melakukan antisipasi dengan melakukan foging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Untuk itu masyarakat Kabupaten OKU Timur yang merupakan wilayah pertanian kita selalu menghimbau untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, perilaku bersih diri dan lingkungan yang diterapkan dalam keluarga dan masyarakat. Mencuci tangan sebelum makan, minum air yang dimasak serta menutup dan mengubur tempat atau benda yang berpotensi penyakit.

“Musim hujan kan, nyamuk jadi leluasa bersarang. Di genangan atau di tempat sampah yang jadi penampungan air, harus waspada terhadap hal-hal tersebut,” pungkasnya, seraya menyebut kewaspadaan perlu ditingkatkan, karena musim hujan identik dengan lonjakan penderita Demam Berdarah (DBD). 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.