Beranda Berita Laboratorium Lingkungan Belum Terakreditasi

Laboratorium Lingkungan Belum Terakreditasi

BAGIKAN

KABAROKUTIMUR.COM, OKU TIMUR -Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan (Lablin) OKU Timur belum terakreditasi. Belum terakreditasinya tersebut karena terkendala biaya untuk akreditasi dan kekurangan sumber daya manusia, terutama tenaga analisis disetiap parameter. Akibatnya saat ini lablin tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal. UPTD Laboratorium Lingkungan sendiri merupakan salah satu bagian dari instansi Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten OKU Timur.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan OKU Timur, Heni Setyo Purnomo mengatakan, hingga saat ini dari enam parameter yang ada belum ada satupun yang terkreditasi, karena terkendala biaya dan kekurangan sumber daya manusia.

“Akreditasi di laboratorium per parameter dibutuhkan biaya yang cukup besar. Selain itu kita belum ada biaya untuk akreditasi. Namun walaupun belum terakreditasi, pelayanan di laboratorium tetap dilakukan,” katanya.

Menurutnya, jika parameter di laboratorium lingkungan sudah diakreditasi, bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi dari para pihak yang ingin mendapatkan jasa pelayanan.

“Perusahaan yang ada di OKU Timur dan kabupaten disekitarnya, bisa melakukan pemeriksaan uji laboratorium ditempat kita. Korelasi dari itu, kita kan mendapatkan tambahan pendapatan daerah dari hasil uji yang dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, enam parameter pemeriksaan pengujian laboratorium yang ada di Lablin Dinas Lingkungan Hidup OKU Timur antara lain, pH (derajat keasaman pada air), BOD (Biological Oxygen Demand), TTS (Total Suspenden Solid), DO (Dissolved Oxygen), TDS (Total Disolved Solid) dan DHL (Daya Hantar Listrik).

“Untuk pH, TTS, BOD dan TTS bisa dilakukan. Namun tenaga analisis masih belum ada, sehingga belum bisa dioptimalkan penggunaan laboratorium lingkungan,” lanjutnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Timur, Fauzie Bakri mengatakan, laboratorium lingkungan dibangun pada tahun 2010, dan kelengkapan laboratorium sudah mencukupi. Namun untuk operasionalnya masih kekurangan tenaga analisis.

“Kita akan berusaha mengoptimalkan penggunaan laboratorium lingkungan untuk membidik potensi pendapatan asli daerah dari hasil uji pemeriksaan laboratorium,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.